RENCANA
WIRAUSAHA
PERIKANAN
KERIPIK
LEPAS (LELE PEDAS)
DI SUSUN OLEH :
NAMA : FURKAN
NIM : 125080501111015
KELAS : BO4
![]() |
BUDIDAYA
PERAIRAN
FAKULTAS
PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS
BRAWIJAYA
MALANG
2014
KERIPIK LEPAS (LELE PEDAS)
Dalam rencana usaha ini dalam dua kali produksi. Produksi awal yakni
pada akhir bulan januari sebanyak 100 bungkus, dengan jumlah bibit sesuai
dengan planing usaha yang akan di lakukan dalam usaha ini. Sasaran pemasaran kita yaitu selain lewat online
juga kita titipkan di koperasi maupun kantin kampus area malang. Dan
untuk produksi tentunya akan mengalami beberapa kendala terkait bahan baku yakni bibit lele yang mahal
dan size 6-8 sangat sulit didapatkan. Oleh karena itu pada rencana produksi yang kedua ketika produksi pertama
sudah jalan,target
untuk memproduksi 60 bungkus. Itupun dengan catatan
kita memaksakan untuk melakukan sebuah inovasi pada produk yakni dengan
menambah tebal tepung karena baby fish lele yang kita gunakan terlalu kecil.
Faktor experimen dengan cara inovasi produk tersebutlah yang mungkin menjadi
penyebab menurunnya pasar kita. Experimen inovasi untuk mengatasi masalah
mahalnya baby fish sampai saat ini sulit untuk kita pecahkan.
Dalam
proses produksi tentunya kita harus memiliki kemampuan dalam
memulai usaha tersebut, yang merupakan fokus
dalam diversifikasi produk perikanan. Pada proses pembuatan keripik lepas (Lele
Pedas) saya
merencanakan ada 2 proses utama, yaitu
proses peracikan bumbu pedas dan juga proses mix bahan dengan lele. bumbu yang
menghasilkan rasa pedas & tidak amis ketika bumbu tersebut di mix dengan baby fish lele. Proses ini tentu untuk
menghindari atau meminimalisir
ketidaksukaan masyarakat akan ikan yang disebabkan bau amis dari ikan tersebut.
Dalam peningkatan SDM untuk memenuhi target penjualan dan proses administrasi saya merencanakan membutuhkan 2 orang karyawan, 1 diantaranya hanya fokus di proses produksi dan
satunya akan membantu secara keseluruhan pemasaran dan pembuatan
Kendala
dalam menjalankan sebuah usaha merupakan sebuah hal yang wajar, tinggal kita
yang menjadi problem solving.kemungkinan kendala pada tidak stabilnya harga cabe dan bibit lele ,
selain itu cara meyakinkan konsumen juga bisa dikatakan sebagai kendala karena kita
masih pemain baru dalam usaha ini sehingga nantinya bisa mempermudah dalam aspek
pemasarannya. Untuk fluktuatifnya harga bibit lele bisa dikatakan menjadi
permasalahan yang fundamental bagi berlangsugnya usaha ini, karena bisa
berkembangnya suatu usaha sangat tergantung pada bahan baku yang merupakan faktor fundamental.
Solusi dan Tindak Lanjut yang
dapat di lakukan
Untuk menyelesaikan masalah tersebut,
kami akan menawarkan sebuah solusi cerdas dalam hal tersebut. Yaitu dengan
cara pergantian bahan baku baby fish dengan lele konsumtif. Tentu untuk solusi
yang ini kita harus melakukan banyak pendekatan khususnya dengan para ahli
diversifikasi produk perikanan. Untuk kendala pemasaran nantinya, kami terus
membuka komunikasi dengan kantin-kantin atau warung-warung area malang dan meyakinkan nikmatnya kripik
LEPAS.
Targetan usaha ini untuk ke depanya adalah meningkatkan harga pasar, keuangan, dan SDM. Dalam pemasaran kami akan
menciptakan produk dengan kualitas bagus menjaga kepercayaan konsumen dengan
cara profesionalisme tim wirausaha, dan Terkait keuangan,
kami akan mengatur secara tepat alur kas masuk dan keluar agar mudah
memahaminya. Sedangkan untuk SDM, kami akan melakukan perekrutan pekerja yang
memiliki etos kerja yang tinggi sehingga tujuan usaha ini dapat
tercapai. Selain itu kita juga
akan membangun sebuah komunikasi yang baik dengan pembudidaya lele, hal ini
sangat berguna untuk keberlangsungan bahan baku
produk kita.
![]() |





APA YANG DI LIHAT
KONSUMEN DALAM MEMBELI BARANG



Tidak ada komentar:
Posting Komentar