Kamis, 14 Mei 2015

Tiga Nasehat Nabi SAW

Tiga Nasehat Nabi SAW yang dapat mengantarkan pada kebahagiaan di Akhirat

 3 NASEHAT ATAU PESAN NABI SAW
Tiga pesan Rasulullah Saw yang mestinya layak kita perhatikan karena sangat berkaitan dengan kehidupan kita sehari2 dan penunjang kebahagiaan di Akhirat :
1.    Bertaqwa dimana saja berada
Definisi kata taqwa dapat dilihat dari percakapan antara sahabat Umar dan Ubay bin ka’ab. Suatu ketika shabat Umar Ra bertanya kpada Ubay bin ka’ab apakah taqwa itu? Dia menjawab,”pernahkah kamu melalui jalan berduri? “umar menjawab: “pernah!”ubay menyambung.”lalu apa yang dilakukan?”umar menjawab:”aku berhati, waspada dan penuh keseriusan,”maka ubay berkat;”maka demikian pulalah taqwa!”
        Kalau ada suatu iklan minuman ringan:”peringatan minuman ini dapat diminum dimana saja dan kapan saja”, maka begitu pulalah dengan nasehat nabi bahwa kita mesti bertaqwa dimana saja dan kapan saja.
Firman Allah SWT dalam surat Al-Imran 102:

يأيها الذين آمنو اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وانتم مسلمون

“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kpada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, dan janganlah sekali-sekali kamu mati melainkan dalam keadaan muslim”.

        Taqwa itu memang sulit, sulit meraih ketaqwaan, namun akan mudah diraih ketika kita bersama orang lain (muslim yang soleh). Bila mana tanpa orang lain, maka tidak menutup kemungkinan untuk kita melakukan maksiat. Sebagai contoh: ketika kita berkumpul di dalam suatu majlis, pikiran dan pandangan kita akan terjaga dengan baik, tetapi katika kita berjalan sendirian di suatu tempat perbelanjaan, maka pikiran dan pandangan kita sulit untuk dapat terjaga. Dan untuk menjaga ketaqwaan kita maka perlunya kita menyadari akan pengawasan Allah Swt, baik itu secara langsung ataupun melalui perantara malaikatnya.

2.    Kebaikan yang menghapuskan kesalahan
Tidak menutup kemungkinan setiap orang selalu melakukan kesalahan, dan mungkin saja hari ini kita sudah melakukan kesalahan baik yang kita sadari maupun tidak kita sadari, oleh sebab itu, apabila kita melakukan kesalahan, maka segeralah kita melakukan kebaikan, yaitu antara lain bersedekah, karena sedekah dapat mengahapuskan kesalahan yang telah kita lakukan, jadi apabila kita melakukan kesalah atau dosa yang merugikan diri kita sendiri, maka salah satu cara untuk menhapusnya yaitu dengan bersedekah. Rasulullah Saw bersabda: “sedekah itu dapat mengahapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api”.

          Tidak hanya itu apabila kita mengalami musibah, katakanlah sakit, maka perlu kiranya untuk kita bersedakah, karena kenapa? Karena dengan sedekah pula penyakit kia akan segera sembuh, hal ini dikarenakan segala penyakit yang kita alami itu adalah tak luput karena kesalahan yang kita pernah lakukan jua.
Sedang dosa yang dilakukan terhadap orang lain maka perlu kiranya untuk meminta maaf, tidak dapat dipungikiri pula sebagian besar dari kita sulit untuk meminta maaf. Padahal rasulullah Saw ketika melakukan kesalahan beliau meminta maaf. Bahkan terhadap Ibnu Ummi Maktum (adalah seorang tuna netra Sahabat Nabi Muhammad) beliau memeluknya dengan hangat seraya berkata“inilah orangnya, yang membuat aku ditegur oleh Allah.”
       
3.    Akhlak yang terpuji
Akhlak terpuji adalah keharusan dari setiap muslim. Jika tidak memiliki akhlak tersebut maka mustahil orang akan menerima keberadaan kita, bukan berarti diusir melainkan tidak dipandang atau bahkan dicela. Dari beberapa jenis akhlak yang ada, salah satu yang sangat perlu diperhatikan adalah akhlak terhadap tetangga.
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tetangga." (HR. Bukhori, muslim)

Dari Abu Syuraih ra, Nabi bersabda:
“Demi Allah seseorang tida beriman, demi Allah seeorang tidak beriman, demi Allah seeorang tidak beriman”, Kemudian ada yang beranya:”siapa itu ya rasulallah?”Jawan nabi:”yaitu orang yang tida aman dari gangguannya.”(HR.bukhori)

Pada hakekatnya nasehat-nasehat Nabiyullah Muhammad SAW sangatlah banyak, namun pada artikel saya kali ini saya hanya mencantumkan tiga dari sekian banyak nasehat Nabi SAW. Semoga ini dapat bermanfaat bagi kita semua, dan dapat kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Wassalam..

Rabu, 13 Mei 2015

Kutipan Keingat Masa dulu awal aku masuk KULIAH dan menjadi Mahasiswa di Universitas Brawijaya.
AKU MAHASISWA , MAKA AKU HMI !!
Hari demi hari telah kulalui. Suasana-suasana baru semakin hari semakin banyak kutemui. Terasa dalam diri ada sedikt perubahan. Entah perubahan seperti apa, aku sendiri tidak bisa merasionalkan lewat untaian kata. Mungkin karena itu pengaruh dunia baru yang saat ini aku geluti. Yah,, dunia kampusku Universitas Brawijaya Malang, Itulah dunia baru yag saya geluti hari ini. Dunia perKumpulan intelektual dalam pencarian jati diri. Dunia yang memberikan banyak pencerahan untuk lembar hidup baru, dunia yang melahirkan sejuta intelektual sejati. Dan dunia ini pulalah yang terkadang melahirkan intelektual penjilat lidah di negeri ini
Mungkin satu diantara sekian banyak alasan diatas kenapa hari ini aku memutuskan untuk masuk dalan lingkaran dunia baru ini. Tapi tidak untuk menjadi intelek penjilat lidah.
Keresahan itu menghinggapi hari-hari saya dikampus, karena aku merasa kuliah itu tidak jauh beda dengan belajar disekolah. Materi perkulihan pun sering kudapatkan disekolahku dulu.
Didalam kelas, setiap ada diskusi aku mengambil tempat yang paling sudut. Itu karena aku mengamati teman-temanku yang lihai dalam menyampikan ide dan gagasan-gagasan. Kepandaiannya berbicara dalam forum diskusi membuatku bertanya dalah hati, “Kenapa mereka bisa sepintar itu bicara? Apakah karena mereka ikut organisasi?”.
Seorang teman kelasku yang pandai berbicara dalam forum disela-sela waktunya aku bertanya kepadanya. “ Sobat, apa yang membuat anda sehingga bisa sehebat itu berbicara dalam forum?”. Dengan nada datar dia menjawab, “itu karena HmI”. Dan aku bertanya lagi “Apa itu HmI?”. Dengan semangat dia menjawab “HmI itu adalah Singkatan dari Himpunan mahasiswa Islam,sebuah organisasi yang terbesar dan tertua dinegeri ini. Organisasi ini sebagai wadah untuk berproses. HmI telah menempa saya untuk lebih giat belajar, Beriman , berilmu dan beramal demi menjadi insan cita yang berkarakter” paparnya.
Dari jawabannya itu membuat hati saya tergetar untuk bergabung di Organisasi warisan Lafran Pane tersebut. Akhirnya setelah saya pikir bahwa HmI akan memberikan ruang bagi para kader –kadernya untuk mengeksplorasi potensinya, maka saya putuskan untuk ikut LK I (Basic training).
ketika hymne HmI dikumandangkan di tempat pembukaan Basic training LK 1 , hati saya kembali bergetar. Sambil tertunduk, aku menghayati bait demi bait hymne HmI tersebut. Aku berbisik dalam hati, “Betapa mulia cita-cita perjuanganmu, semoga aku termasuk kader yang insan cita untuk mewujudkan misi sucimu ini, Wahai ayahanda Lafran Pane”.
Aku menikmati pengkaderan itu dan menyimak dengan baik materi yang disampaikan oleh senior-senior kami. Dan sungguh materi itu belum pernah kami dapatkan sebelumnya. Tepat pada materi dialog kebenaran, aku sempat berpikir “Akh, ini senior sudah gila mungkin”. Karena ia memaki-maki tuhanku dan ingin membakar Al-Quran. Dan beberapa peserta juga sempat naik pitam.
Dan ternyata, pada materi itu kita (peserta basic) dipancing untuk lebih filsafat dan mengeksplorasi kemampuan berpikir kita untuk mengadakan pembelaan terhadap cacian yang dialamatkan kepada tuhanku oleh senior kami.
“Terima kasih HmI, engkau telah membuka cakrawala berpikir saya”, tuturku dalam hati.
Selama ditempat pengkaderan, aku punya banyak teman baru dan ilmu yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya. Setelah dikukuhkan sebagai kader HmI,
Menjadi kader HmI adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya. Karena di HmI aku diajari banyak hal yang tidak pernah aku dapatkan dibangku perkuliahan. Di organisasi warisan Lafran Pane ini, aku diperkenalkan dengan budaya membaca. Hingga akhirnya aku mampu menyatakan diri, minimalnya aku punya keberanian untuk mengungkapkan ide dan gagasan dalam forum diskusi dikelas, walaupun aku tahu kepintaran itu relatif.
Krisis identitas yang pernah melanda diri saya sebelum bergabung di HmI sekarang sudah bisa saya retas. Sekalipun tidak banyak yang bisa saya lakukan untuk HmI, tetapi saya tetap bangga menjadi bagian dari organisasi warisan Lafran Pane tersebut.
“Terima kasih HmI, engkau telah memberikanku jalan untuk mewujudkan harapan diriku. Ditanah gersang tempatku berpijak ini,dan penuh dengan sedikit politik praktis nya akan kutancapkan benderamu dan kuukir namamu sepanjang hidup ini di kampus maupun di sekitar lingkungan. ayah dan Ibu restui aku bersama HmI”. Itulah harapan terkecilku menjadi kader lafran Pane..
salam hijau hitam . salam sehimpun secita !!
Budidaya udang :
1. Dengan hanya menampung air kemudian ditebari ala kadarnya, tanpa
pemberian kincir, pakan ala kadarnya... produksi bisa 100 kg sd 300 kg
atau kata orang-orang.
2. Ditambah 1 kincir, tambah benur produksi bisa dinaikkan menjadi 500
kg.
3. Ditambah 2 kincir, benur ditambah, ditambah sedikit pakan buatan
produksi meningkat menjadi 1000 kg.
4. Ditambah satu kincir lagi menjadi 3 benur ditambah dan ditambah
pakan sedikit lagi produksi meningkat menjadi 1500 kg
5. Ditambah 1 kincir lagi menjadi 4 dan tambahan pakan produksi
meningkat menjadi 2000 kg
6. Dengan kincir 4 dan pakan tambahan, ditambah lagi 1 bahan pupuk
aorganik atau pupuk organik, produksi meningkat mejadi 2500 kg
7.Ditambah lagi vitamin, mineral, obat-obatan dll... produksi meningkat
menjadi 2750 kg
8. Ditambah lagi bakteri dan bahan-bahan a, b, c produksi meningkat
menjadi 0,1Xa + 0,2 Xb +0,3 Xc = 2750 kg + konstanta bahan untuk
bisa meningkatkan produksi
Jika setiap penambahan input produksi yang diberikan adalah untuk meningkatkan produksi, maka semakin banyak input produksi yang diberikan akan meningkatkan produksi pula... karena tidak ada input produksi yang diberikan untuk budidaya selain bertujuan untuk meningkatkan produktifitas... jadi semakin banyak bahan dan beragam input produksi yang diberikan secara otomatis akan meningkatkan produksi sesuai dengan maksud dan tujuan ditmbahkanya sarana dan bahan-bahan yang diberikan...
Contoh :
-Sarana A adalah untuk meningkatkan oksigen agar perumbuhan udang
menjadi cepat.
-Sarana B adalah untuk mejaga sewaktu-waktu ada persoalan yang membutuhkan penggunaan sarana tersebut
-Bahan C, D, E, F, G adalah untuk meningkatkan pertumbuhan, perkembangan udang menjadi lebih cepat
-Bahan H,I,J, K, L adalah untuk mencegah agar tidak masuknya hama dan penyakit
-Bahan M,N,O,P,Q... untuk membentuk daya tahan, kekebalan dsb. disaat ada variabel/faktor-faktor menyebabkan terjadinya stressing dll..
semakin banyak bahan dan semakin rangkap bahan-bahan yang diberikan sesuai dengan tujuan dan fungsi dari bahan tersebut budidaya akan semakin aman dan produksi akan jauh meningkat.

pak lukman.